Try Out Ujian Nasional I

Hari ini, Rabu, 1 Februari 2012 Seluruh siswa kelas XII mengikuti Ujian Nasional Tryout pertama. Tryout diadakan dengan agenda 4 Mata Pelajaran yg diujinas-kan yakni : Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan. Tiap ruang terdiri dari 20 orang siswa dan satu orang pengawas. Pengawas dalam hal ini selain mengawas juga secara langsung bersama siswa mengoreksi hasil ulangan siswa.

Adapun agenda selanjutnya direncanakan mulai tanggal 13 – 20 Februari 2012 akan diadakan ujian Try Out Produktif yakni Teori Produktif dan Praktek Produktif. Semua soal mengacu pada kisi-kisi soal ujian nasional.

Kepada seluruh siswa selamat bekerja ! Semoga berhasil !

Mobil EsEmKa akan jalin kerjasama dengan Jerman

SOLO – Pengembangan mobil Esemka bakal lebih sempurna dengan keterlibatan raksasa automotif asal Jerman.Kedutaan Besar Republik  Indonesia (KBRI) Berlin berusaha membuka kerja sama dengan produsen Mercedes–Benz, Volkswagen (VW), Opel, dan BMW untuk mengembangkan mobil nasional ini.

Wakil Kepala Perwakilan KBRI Berlin Diah Wulandari M Rubianto mengatakan, keterlibatan produsen-produsen automotif terkemuka ini merupakan potensi besar dalam mengembangkan mobil nasional. KBRI berniat membuka kerja sama bilateral antara Jerman danIndonesia,khususnya untuk pengembangan mobil Esemka. ”Kami akan memfasilitasi pertemuan dengan industri automotif di Jerman seperti VW,Mercedes–Benz,Opel,dan BMW. Seperti diketahui, Jerman memiliki industri automotif terbesar,” kata  Diah Wulandari M Rubianto di rumah dinas Wali Kota Loji Gandrung kemarin.

Mengenai bentuk kerja sama bisa dibahas kedua pihak. Dalam hal ini Jerman memiliki segudang tenaga ahli yang bisa menularkan pengetahuannya di bidang automotif. Menurut Diah, informasi tentang mobil nasional rakitan pelajar SMK santer terdengar hingga KBRI Berlin.Oleh KBRI Berlin,Jerman dinilai potensial bisa mendukung pengembangan mobil Esemka. ”Pak Dubes (Eddy Pratomo) sangat antusias sekali mencarikan tempat-tempat yang bisa diajak bekerja sama perihal mobil Esemka.Kami akan memfasilitasi jalinan kerja sama antara Esemka dengan mitra-mitra di Jerman,”terangnya.Diah berusaha secepatnya mengagendakan pertemuan antara industri automotif Jerman dengan tim Esemka.Apalagi Wali Kota Solo Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan berangkat ke Jerman pada Maret mendatang dalam rangka InternationalTourism Exhibitiondi Berlin.

Nantinya seusai kesepakatan dua negara tercapai, tim Esemka dapat belajar di Jerman atau teknisi dari Jerman dikirim ke Solo untuk mengadakan pelatihan. Menurut Diah, memasuki tahun ke-60 kerja sama Indonesia-Jerman, hubungan bilateral kedua negara kian ditingkatkan di berbagai bidang. Jokowi  merasa kesempatan yang dibuka KBRI kian menyemangati tim Esemka untuk berkarya lebih baik.

Di sana, Jokowi bakal mengadopsi cara pengembangan produk automotif untuk diterapkan pada industri mobil rumah tangga Esemka. ”Kita akan jajaki sebenarnya bagaimana cara membesarkan industri mobil manufaktur di Indonesia? Lalu dengan positioning seperti apa?” jelas Jokowi. Dia berharap KBRI Berlin bisa mewujudkan kerja sama tersebut karena  Indonesia butuh transfer teknologi semacam itu.

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/465190/

Kunjungan dari SMK N 1 Ciamis

Kedatangan sekitar 100 orang guru dan staff SMKN 1 Ciamis Jumat, 6 Januari 2012 disambut gembira oleh guru SMKN 6 Surakarta. Kunjungan ini dalam rangka melihat lebih dekat kegiatan belajar mengajar di SMKN 6 Surakarta. Dikatakan oleh kepala SMKN 6 Surakarta yang menyambut kedatangan mereka bahwa SMKN 6 Surakarta tengah berbenah dalam bidang pembangunan fisik dan pembangunan nonfisik, oleh karena itu, sedikitnya proses belajar mengajar agak terganggu dengan ruang kelas yang ditempati siswa secara berpindah.

Kunjungan dari SMK N 1 Ciamis Gambar 1

Kunjungan dari SMK N 1 Ciamis Gambar 2

Kunjungan dari SMK N 1 Ciamis Gambar 3

Setelah mengenalkan bapak ibu guru SMKN 6 Surakarta mulai dari Wakil kepala hingga Ketua Program Keahlian Ibu kepala berpesan agar berkeliling ke ruang lab dan Unit Produksi, untuk sharing dan memberi masukan agar perbaikan dimasa mendatang lebih baik.

Kunjungan dari SMK N 1 Ciamis Gambar 4

Selanjutnya sambutan kepala SMKN 1 Ciamis yang datang bersama rombongan menyampaikan ucapan terima kasih karena kedatangan rombongan diterima dengan penuh keramahan dan senyum. Beliau berpesan bahwa kegiatan kunjungan merupakan kunjungan resmi untuk melihat SMKN 6 Surakarta lebih dalam.

Indeks Pendidikan Indonesia Menurun

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks pembangunan pendidikan untuk semua atau education for all di Indonesia menurun. Jika pada 2010 lalu Indonesia berada di peringkat 65, tahun ini merosot ke peringkat 69.

Berdasarkan data dalam Education For All (EFA) Global Monitoring Report 2011: The Hidden Crisis, Armed Conflict and Education yang dikeluarkan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) yang diluncurkan di New York, Senin (1/3/201) waktu setempat, indeks pembangunan pendidikan atau education development index (EDI) berdasarkan data tahun 2008 adalah 0,934. Nilai itu menempatkan Indonesia di posisi ke-69 dari 127 negara di dunia.

EDI dikatakan tinggi jika mencapai 0,95-1. Kategori medium berada di atas 0,80, sedangkan kategori rendah di bawah 0,80. Global Monitoring Report dikeluarkan setiap tahun yang berisi hasil pemonitoran reguler pendidikan dunia. Indeks pendidikan tersebut dibuat dengan mengacu pada enam tujuan pendidikan EFA yang disusun dalam pertemuan pendidikan global di Dakar, Senegal, tahun 2000.

Saat ini Indonesia masih tertinggal dari Brunei Darussalam yang berada di peringkat ke-34. Brunai Darussalam masuk kelompok pencapaian tinggi bersama Jepang, yang mencapai posisi nomor satu dunia. Adapun Malaysia berada di peringkat ke-65 atau masih dalam kategori kelompok pencapaian medium seperti halnya Indonesia. Posisi Indonesia jauh lebih baik dari Filipina (85), Kamboja (102), India (107), dan Laos (109).

Total nilai EDI itu diperoleh dari rangkuman perolehan empat kategori penilaian, yaitu angka partisipasi pendidikan dasar, angka melek huruf pada usia 15 tahun ke atas, angka partisipasi menurut kesetaraan jender, dan angka bertahan siswa hingga kelas V sekolah dasar (SD).

Penurunan EDI Indonesia yang cukup tinggi tahun ini terjadi terutama pada kategori penilaian angka bertahan siswa hingga kelas V SD. Kategori ini untuk menunjukkan kualitas pendidikan di jenjang pendidikan dasar yang siklusnya dipatok sedikitnya lima tahun.